Percakapan dalam Diam

Hai mulut..
Mengapa tak kau sampaikan apa yang aku pendam?
Mengapa kau memilih bungkam? Diam dalam dendam
Bagaimana dia tahu jika kau terus membekam?

Hai pikiran..
Berhentilah bekerja dalam sejenak
Beri ku waktu untuk sebentar saja tidur nyenyak
Bukankah kau tahu betul, aku tak pernah sanggup melihat segalanya terkuak?

Hai telinga..
Mengapa kau acuh? Menjauh dari gaduh
Sebegitunyakah kau menjaga hati agar tak kacau oleh riuh yang seolah menuduh?
Bukankan Sang Hati berkata bahwa dirinya siap untuk terjatuh, bahkan terbunuh?

Hai hati..
Masihkah kau lindungi diri dengan kawat berduri?
Masihkah dia menyembunyikan apa yang seharusnya kau ketahui?
Bukankah dia berkata hanya kau yang dicintai?
Tapi, mengapa dia juga ingin pergi?

Ah..sudahlah..jangan peduli..

Tetaplah saja berhati-hati, agar kau tak cepat mati
Jaga saja rasa ini, agar tak tercuri dan dibawa lari
Hingga dia benar-benar kau miliki

-29 Juli 2013-

0 Comments