Sadar Setelah Bubar

Ku termangu dalam kamar yang tak begitu lebar
Berkawan kenangan yang telah mengakar
Menjalar bagai semak belukar
Dengan angkuh masih ku rasa diri ini paling benar
Tak menggubris cinta yang dulu pernah diumbar
Menghempaskan seonggok tubuh yang tak kekar
Terlempar. Tersebar. Bubar.
Mengapa kau baru tersadar,
saat cintaku telah memudar
Merana setelah kenyang menelan kata-katamu yang penuh sumbar
Kini ku hanya ingin meraup hati yang telah terburai bagai selumbar
Memerdekakan jiwa ini dan tertawa lebar
Ku harus bergegas menyambut fajar,
dan kembali berlayar,
sampai nanti ku siap melempar jangkar

-25 Juli 2013-

0 Comments