Ini aku yang tak sendiri
Memeluk kehampaan yang menggerogoti jiwa
Apa yang ku nanti tak sepasti terbitnya matahari di batas cakrawala
Sosok samar yang mengiringku menyusuri malam
Semakin hari semakin menjauh dari ragaku
Mengapa kau tak menghampiriku?
Dan membiarkan sepasang kakiku menanti hingga lelah dalam lebam
Aku kan beranjak pergi
Pergi dari ambang batas penantianku
Merelakan setiap payahnya hati yang pernah melewati setapak berbatu
Mengemas setangkup rindu dalam haru
Membendung air mata ini agar tak ikut luruh bersama ragu
Aku hanya ingin keluar dari kubangan lara
Menata kembali kepingan mimpi menjadi karya indah
Mengabaikan pedihnya sayatan-sayatan sembilu dan membiarkan waktu perlahan menghapusnya.
Meski berbekas.
-16 Mei 2013-
0 Comments