Mengapa cemas, jika membuat hidupmu teremas-remas?
Mengapa khawatir, jika tak membuat perkaramu segera berakhir?
Mengapa takut, jika membuat nyawamu serasa hendak terenggut?
Mengapa gentar, jika masih ada kawan untuk berkelakar?
Bukankah hidup ini singkat?
Singkat untuk memikirkan mengapa kita melarat
Singkat untuk memperdebatkan siapa yang terhebat
Singkat untuk meratapi penyakit yang membuat kita sekarat
Singkat untuk mendewakan benda dunia yang dianggap keramat
Bukankah kita masih punya lutut?
Lutut untuk sekedar bersujud
Mengiba agar bahagiaku, bahagiamu tak karut marut. Larut. Bahkan hanyut.
Segera membagi ribuan gelak sebelum nyawaku tercabut
Menjadi penenang bagi jiwa yang kalang kabut
Dan terus bersujud hingga lututku tak lagi berwujud
-19 Juli 2013-
0 Comments