Mengapa kau percaya pada pagi?
Bukankah cerahnya kan segera pergi dan gelapnya malam siap mengganti?
Mengapa kau percaya pada langit?
Bukankah langit kan berganti kelabu saat kau masih menginginkannya membiru?
Mengapa kau percaya pada pepohonan?
Bukankah pohon kan menyuguhimu dedaunan kecoklatan saat kau rindu naungannya yang kehijauan?
Mengapa kau percaya pada mawar?
Bukankah cantiknya kan memudar seiring guguran mahkotanya yang tersebar?
Mengapa kau percaya angin?
Bukankah embusannya perlahan kan menggiringmu ke tepian jurang kebimbangan?
Mengapa kau percaya pada semesta yang selalu menyuburkan ragu?
Bukankah semesta tak menjanjikan kekekalan sekalipun hanya dalam angan?
-10 September 2013-
0 Comments