Sajak Rindu #2

Ku titipkan rindu pada malam yang kian renta 
Bertanya-tanya pada sang bayu, sedang apakah kau disana? 
Apa kau rasakan rindu yang sama? 
Rindu yang seringkali menyiksa 
Memaksaku tenggelam dalam butiran doa bercampur air mata 
Andai ku bisa sekejap saja memelukmu dalam sukma 
Bercakap dalam kata yang terbata karena isak nelangsa 
Nyatanya ku hanya bisa membahasakannya dengan aksara yang berima 
Hingga nanti waktunya tiba kita kembali bercengkerama di nirwana

-16 September 2013-

0 Comments