Kan KAU bawa kemana jiwa yang kosong ini,Tuhan?
Ke puncak yang tertinggi?
Ataukah dasar yang terendah?
Daulat-Mu terlalu mutlak untuk membawaku ke puncak tertinggi ataupun ke dasar yang terendah
Bahkan perkara mudah untuk-Mu jika tiba-tiba mendatangkan badai yang hebat
Atau menumbuhkan tunas pada pohon yang hampir mati
Apa bisaku,Tuhan?
Meratap?
Menangis?
Merengek?
Atau mungkin marah?
Ya..aku memang tak tahu diri
Bisaku hanya mencaci
Tanpa menyadari tumpukan berkat yang telah KAU beri
Bisaku hanya memberontak
Berteriak dalam riuh dengan angkuh yang tak henti diarak
Bisaku hanya mengeluh
Seolah aku adalah manusia paling berpeluh
Bisaku hanya merintih
Seolah hanya aku yang pernah terluka dan pedih
Mengapa tak KAU lumat saja jiwa tak berisi ini?
Mengapa masih saja KAU hujaniku dengan berkat-MU?
Mengapa masih saja KAU ikut menangis ketika nuraniku sedang tercabik?
Mengapa tangan-MU masih KAU rentangkan saat aku pulang dari perjalanan panjangku meninggalkan-MU?
Mengapa tak pernah KAU sembunyikan wajah-MU kala ku melukai hati-MU?
Tak pantas, Tuhan..
Seberapa hebat ku memantaskannyapun,
aku tak akan pernah pantas..Kan KAU bawa kemana jiwa yang kosong ini,Tuhan?
Ke puncak yang tertinggi?
Ataukah dasar yang terendah?
Daulat-Mu terlalu mutlak untuk membawaku ke puncak tertinggi ataupun ke dasar yang terendah
Bahkan perkara mudah untuk-Mu jika tiba-tiba mendatangkan badai yang hebat
Atau menumbuhkan tunas pada pohon yang hampir mati
Apa bisaku,Tuhan?
Meratap?
Menangis?
Merengek?
Atau mungkin marah?
Ya..aku memang tak tahu diri
Bisaku hanya mencaci
Tanpa menyadari tumpukan berkat yang telah KAU beri
Bisaku hanya memberontak
Berteriak dalam riuh dengan angkuh yang tak henti diarak
Bisaku hanya mengeluh
Seolah aku adalah manusia paling berpeluh
Bisaku hanya merintih
Seolah hanya aku yang pernah terluka dan pedih
Mengapa tak KAU lumat saja jiwa tak berisi ini?
Mengapa masih saja KAU hujaniku dengan berkat-MU?
Mengapa masih saja KAU ikut menangis ketika nuraniku sedang tercabik?
Mengapa tangan-MU masih KAU rentangkan saat aku pulang dari perjalanan panjangku meninggalkan-MU?
Mengapa tak pernah KAU sembunyikan wajah-MU kala ku melukai hati-MU?
Tak pantas, Tuhan..
Seberapa hebat ku memantaskannyapun,
aku tak akan pernah pantas..
-16 Agustus 2013-
0 Comments