Hati ini mulai terlatih saat kau tak ada
Seperti yang kau bilang, membiasa
Keakuanmu meluruhkan harap
Seiring yakinmu yang tak pernah tetap
Tak ku pertanyakan lagi, adakah cinta menggelora
Karena ku tahu jawabmu, untuk apa kau tanya tentang cinta
Perlahan ku beri rongga pada genggaman hangat namun menjerat
Biar saja terlepas tanpa perlu ku hempas
Bersiap saja terbanting
Seperti buah terpisah dari ranting
Lapuk. Kemudian membusuk.
Diiringi air mata tertahan dipelupuk
Ku kemasi hati yang telah remuk
Kini egomu terbahak
Ditengah sunyi yang siap kau peranak
Selamat malam, Senja..
Kaulah pemenangnya
-24 September 2013-
0 Comments