Lagi-lagi Tentangnya

Kutemukan namanya dalam lipatan cinta kita
Samar terhapus, namun guratnya masih menembus tulus
Bayangnya masih ramai mengiringi jejak asa yang sedang kita rangkai
Apa kau terusik, tanyamu
Tidak. Aku hanya ingin berkata pada jiwamu untuk tak berulang-ulang memanggil namanya.
Berisik, kataku
Rindumu berbisik lirih ditengah langkahmu yang masih tertatih
Terbangun dari jatuhmu pada kenangan menahun
Apa kau tak lelah, tanyaku
Tidak. Aku hanya ingin segera dipapah oleh sosok yang memeluk pasrah jiwaku yang senantiasa gelisah.
Aku jengah, katamu


-7 Oktober 2013-

0 Comments